<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Vol. 2 No. 2 Desember 2013</title>
<link href="http://dspace-surabaya.uph.edu:8080/xmlui/handle/123456789/63" rel="alternate"/>
<subtitle/>
<id>http://dspace-surabaya.uph.edu:8080/xmlui/handle/123456789/63</id>
<updated>2026-11-06T14:49:23Z</updated>
<dc:date>2026-11-06T14:49:23Z</dc:date>
<entry>
<title>Analisis Perbaikan Postur dan Metode Kerja untuk Mengurangi Kelelahan Muskuloskeletal di PT. XYZ Surabaya</title>
<link href="http://dspace-surabaya.uph.edu:8080/xmlui/handle/123456789/74" rel="alternate"/>
<author>
<name>Sugiharto, Anthony Irawan</name>
</author>
<author>
<name>Trihastuti, Dian</name>
</author>
<author>
<name>Hartanti, Lusia Permata Sari</name>
</author>
<id>http://dspace-surabaya.uph.edu:8080/xmlui/handle/123456789/74</id>
<updated>2022-03-30T06:16:55Z</updated>
<published>2013-12-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Analisis Perbaikan Postur dan Metode Kerja untuk Mengurangi Kelelahan Muskuloskeletal di PT. XYZ Surabaya
Sugiharto, Anthony Irawan; Trihastuti, Dian; Hartanti, Lusia Permata Sari
Postur adalah kunci penting dari berbagai faktor risiko. Pekerjaan yang membutuhkan repetisi dari postur dalam range yang ekstrim dalam motion repetitif dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam unit tendon otot antagonis, yang mengakibatkan degradasi fungsi sendi. Postur kerja sendiri juga memiliki keterkaitan dengan metode kerja. Optimasi metode kerja tidak hanya sekedar memilih metode dan mencari waktu kerja yang tersingkat, akan tetapi paling tidak mengikutsertakan adanya pengurangan terhadap kelelahan kerja, penghilangan masalah yang timbul pada sistem kerangka otot. Penelitian untuk mengurangi kelelahan muskuloskeletal pada karyawan pada studi kasus di PT. Surabaya dengan menganalisis postur dan metode kerja karyawan saat ini serta kelelahan muskuloskeletal yang ditimbulkan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode kuesioner (Standard Nordic Questionnaire), observasi, wawancara, dan studi pustaka. Data diolah dengan menggunakan analisis reliabilitas, normalitas, penggunaan RULA Worksheet, analisis pengukuran beban kerja menggunakan metode lifting index, dan metode perancangan produk dari proses pengembangan konsep hingga pembuatan prototype. Penelitian  dilakukan di PT. XYZ Surabaya dengan objek penelitian karyawan bagian assembling. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa  sebagian besar karyawan mengalami kelelahan muskuloskeletal. Untuk menanggulanginya, peneliti merancang kursi prototype ergonomis yang sesuai dengan antropometri tubuh karyawan dan beberapa perbaikan pada metode kerja dan layout stasiun kerja.
</summary>
<dc:date>2013-12-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Aplikasi Ulangan Harian Untuk Siswa SMA Berbasis Client Server</title>
<link href="http://dspace-surabaya.uph.edu:8080/xmlui/handle/123456789/73" rel="alternate"/>
<author>
<name>Nawahoke, Stephanie Er-Em</name>
</author>
<author>
<name>Jodhinata, Andreas</name>
</author>
<id>http://dspace-surabaya.uph.edu:8080/xmlui/handle/123456789/73</id>
<updated>2022-03-30T06:15:06Z</updated>
<published>2013-12-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Aplikasi Ulangan Harian Untuk Siswa SMA Berbasis Client Server
Nawahoke, Stephanie Er-Em; Jodhinata, Andreas
Perkembangan penggunaan teknologi dan formasi dalam institusi pendidikan, khususnya SMA, untuk mendukung proses ulangan harian belum maksimal. penyusunan soal ulangan, proses pelaksanaan ulangan, pemeriksaan serta penilaian hasil ujian masih dilakukan secara manual, sehingga seringkali kurang efektif dan efisien. Solusi untuk mengatasi kurangnya efisiensi dan efektivitas tersebut adalah dengan menyediakan aplikasi yang mampu membantu guru dalam menyusun, melaksanakan, memeriksa serta menilai ulangan harian siswa. Dengan ada aplikasi ini, tugas guru diperingan saat menyusun soal ulangan karena adanya bank soal, pelaksanaan dan pengawasan ulangan juga lebih mudah karena ingkat kecurangan dapat diminimalkan. Selain itu pemeriksaan dan penilaian pun menjadi lebih cepat dan akurat. Adapun fitur-fitur yang dimiliki aplikasi adalah: manajemen data user, manajemen data kelas, manajemen data mata pelajaran, manajemen data bank soal, pembuatan ulangan, pelaksanaan ulangan dan penilaian hasil ulangan masing-masing siswa.
</summary>
<dc:date>2013-12-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Pengaruh Kepuasan Kerja dan Keterlibatan Kerja terhadap Motivasi Kerja Karyawan Rumah Sakit Kristen Mojowarno</title>
<link href="http://dspace-surabaya.uph.edu:8080/xmlui/handle/123456789/72" rel="alternate"/>
<author>
<name>Nathania, Levina</name>
</author>
<author>
<name>Pali, Marthen</name>
</author>
<author>
<name>Suprapto, Maria Helena</name>
</author>
<id>http://dspace-surabaya.uph.edu:8080/xmlui/handle/123456789/72</id>
<updated>2022-03-30T05:40:42Z</updated>
<published>2013-12-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengaruh Kepuasan Kerja dan Keterlibatan Kerja terhadap Motivasi Kerja Karyawan Rumah Sakit Kristen Mojowarno
Nathania, Levina; Pali, Marthen; Suprapto, Maria Helena
Motivasi kerja adalah salah satu hal yang menjadi penentu keberhasilan individu dalam suatu pekerjaan. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Kristen Mojowarno, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja terhadap motivasi kerja; dan pengaruh keterlibatan kerja terhadap motivasi kerja; serta pengaruh kepuasan dan keterlibatan kerja secara bersama-sama terhadap motivasi kerja. Kepuasan kerja diukur dengan menggunakan kuesioner yang diadaptasi dari Job Satisfaction Survey (Spector, dalam Watson, dkk., 2007); dan keterlibatan kerja diukur dengan kuesioner yang dibuat oleh peneliti berdasarkan indikator dari Uygur (2009); serta motivasi kerja diukur dengan menggunakan kuesioner yang diadaptasi dari Motivation at Work Scale (MAWS) yang dibuat oleh Gagne dan kawan-kawan (2010). Subjek penelitian ini adalah 139 karyawan Rumah Sakit. Namun, data yang dapat diolah hanya berasal dari 85 karyawan. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah proportional stratified random sampling. Data penelitian diolah dengan menggunakan analisis regresi berganda (multiple regression analysis). Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh kepuasan kerja terhadap motivasi kerja (t=6,613, p&lt;0,05); dan adanya pengaruh keterlibatan kerja terhadap motivasi kerja (t=6,047; p&lt;0,05). Model regresi berganda menunjukkan bahwa 38,9% motivasi kerja ditentukan oleh kepuasan kerja dan keterlibatan kerja 2 (R =0,389). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh kepuasan kerja dan keterlibatan kerja terhadap motivasi kerja. Oleh karena itu Rumah Sakit perlu meningkatkan kepuasan kerja karyawan dan meningkatkan keterlibatan kerja karyawan supaya karyawan memiliki motivasi kerja yang tinggi, sehingga dapat menghasilkan kinerja yang optimal.
</summary>
<dc:date>2013-12-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Hukum Perlindungan Konsumen yang Berfungsi sebagai Penyeimbang Kedudukan Konsumen dan Pelaku Usaha dalam Melindungi Kepentingan Bersama</title>
<link href="http://dspace-surabaya.uph.edu:8080/xmlui/handle/123456789/71" rel="alternate"/>
<author>
<name>Widjiastuti, Agustin</name>
</author>
<id>http://dspace-surabaya.uph.edu:8080/xmlui/handle/123456789/71</id>
<updated>2022-03-30T06:10:06Z</updated>
<published>2013-12-01T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Hukum Perlindungan Konsumen yang Berfungsi sebagai Penyeimbang Kedudukan Konsumen dan Pelaku Usaha dalam Melindungi Kepentingan Bersama
Widjiastuti, Agustin
Posisi tawar konsumen terhadap pelaku usaha sebelum diundangkannya UU No.8/1999 tentang perlindungan konsumen sangat memprihatinkan. Masyarakat sebagai konsumen memiliki pengetahuan hukum yang minim tidak dapat berbuat banyak ketika mengalami kerugian akibat mengkonsumsi barang/jasa dari pelaku usaha. Adanya perjanjian baku yang disepakati kedua belah pihak menjadi senjata pelaku usaha untuk melepaskan diri dari tanggungjawabnya. Masyarakat yang sadar telah dirugikanpun acap kali mengurungkan niat untuk menggugat dimuka pengadilan mengingat proses pengadilan yang lama dan relative mahal. Adanya UU No. 8/1999 memberikan pembagian yang jelas terhadap tanggung jawab dan kewajiban pelaku usaha, serta memantapkan hak–hak dari konsumen yang wajib diperhatikan oleh pelaku usaha.UU No.8/1999 bertujuan untuk menyeimbangkan posisi tawar menawar antara pelaku usaha dan konsumen dalam rangka melindungi kepentingan konsumen pada khususnya. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif yakni upaya mencari penyelesaian masalah dengan meneliti dan mengkaji norma hukum positif dengan melakukan studi kepustakaan. Hasil penelitan menunjukkan bahwa UU No.8/1999 telah memberikan aturan yang menjamin konsumen memperoleh hak–haknya, namun masih banyak masyarakat yang belum mengetahui hak–hak tersebut karena kurangnya edukasi masyarakat mengenai undang–undang terkait.
</summary>
<dc:date>2013-12-01T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
