<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://dspace-surabaya.uph.edu:8080/xmlui/handle/123456789/77">
<title>Vol. 3 No. 1 Juni 2014</title>
<link>http://dspace-surabaya.uph.edu:8080/xmlui/handle/123456789/77</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://dspace-surabaya.uph.edu:8080/xmlui/handle/123456789/88"/>
<rdf:li rdf:resource="http://dspace-surabaya.uph.edu:8080/xmlui/handle/123456789/87"/>
<rdf:li rdf:resource="http://dspace-surabaya.uph.edu:8080/xmlui/handle/123456789/86"/>
<rdf:li rdf:resource="http://dspace-surabaya.uph.edu:8080/xmlui/handle/123456789/85"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-11-06T14:48:29Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://dspace-surabaya.uph.edu:8080/xmlui/handle/123456789/88">
<title>Pengembangan Produk Mainan Anak Sebagai Media Penunjang Perkembangan Keterampilan Motorik Halus dengan Metode QFD dan TRIZ</title>
<link>http://dspace-surabaya.uph.edu:8080/xmlui/handle/123456789/88</link>
<description>Pengembangan Produk Mainan Anak Sebagai Media Penunjang Perkembangan Keterampilan Motorik Halus dengan Metode QFD dan TRIZ
Willson, Yulius Astrada
Dalam mencapai kualitas sumber daya manusia yang berkualitas, diperlukan upaya-upaya atau cara yang tepat dan cerdas. Salah satu cara yang tepat untuk meningkatkan perkembangan anak adalah dengan bermain dan memilih permainan yang tepat dan bermanfaat. Upaya tersebut dapat dimulai sejak dini, di usia golden age yang merupakan masa emas bagi anak untuk bertumbuh dengan pesat, salah satunya aspek keterampilan motorik. Aspek keterampilan motorik, terutama keterampilan motorik halus memerlukan stimulus untuk dapat berkembang dengan &#13;
baik seringkali diabaikan. Melihat pentingnya keterampilan motorik halus anak, dirasa perlu mengetahui atribut serta respon teknis mainan anak dan mengembangkannya menjadi produk mainan anak guna menunjang pengembangan keterampilan motorik halus sesuai dengan keinginan konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode QFD dan TRIZ. Dimana metode QFD digunakan untuk menangkap keinginan konsumen dan metode TRIZ digunakan untuk menyempurnakan permasalahan kontradiksi pada QFD. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa terdapat 13 atribut produk mainan anak dan 16 respon teknis yang  sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen. Selain itu penelitian ini menghasilkan pengembangan sebuah produk mainan baru yang dapat menunjang perkembangan aspek motorik sesuai kebutuhan konsumen dengan bentuk mainan berupa alat transportasi kereta api yang memiliki fitur permainan meronce, puzzle, dan rancang bangun.
</description>
<dc:date>2014-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://dspace-surabaya.uph.edu:8080/xmlui/handle/123456789/87">
<title>Pemanfaatan Kohonen SOM Satu Dimensi Untuk Pengklasteran Data Kuesioner Calon Mahasiswa Di Surabaya</title>
<link>http://dspace-surabaya.uph.edu:8080/xmlui/handle/123456789/87</link>
<description>Pemanfaatan Kohonen SOM Satu Dimensi Untuk Pengklasteran Data Kuesioner Calon Mahasiswa Di Surabaya
Ghozali, Steven Nesdi; Setiawan, Kuswara
Mahasiswa adalah salah satu unsur penting yang ada di dalam sebuah perguruan tinggi. Jika sebuah perguruan tinggi tidak mempunyai mahasiswa atau mempunyai mahasiswa hanya dalam jumlah sedikit, maka perguruan tinggi tersebut tidak akan bisa menjadi populer dan lebih berkualitas. Universitas Pelita Harapan adalah salah satu perguruan tinggi yang ada di Surabaya. Dalam usaha untuk mencari mahasiswa lebih banyak, tim marketing mengadakan penelitian dengan cara membagikan kuesioner kepada para siswa dari SMA swasta di Surabaya kemudian dilakukan penggolongan terhadap hasil kuesioner tersebut. Jika sudah digolongkan, tim marketing akan menyusun strategi yang tepat untuk dilakukan. Salah satu metode yang bisa dipakai untuk melakukan penggolongan adalah dengan memanfaatkan jaringan saraf tiruan Kohonen SOM (Self Organizing Map). Setelah digolongkan, setiap golongan  haruslah dilihat ciri-cirinya dan tingkat kepercayaan untuk masing-masing cirinya. Untuk bisa melihat tingkat kepercayaan untuk masing-masing ciri dari tiap golongan, diperlukanlah teori tentang belief yang berasal dari Dempster–Shafer Theory. Setelah data hasil kuesioner tersebut digolongkan, dicari ciri-cirinya, kemudian dicari tingkat kepercayaannya, barulah tim marketing bisa menyusun strategi untuk ke depannya supaya bisa merekrut lebih banyak calon mahasiswa. Berdasarkan hasil uji  coba yang sudah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa aplikasi ini dapat mengklaster data hasil kuesioner dari calon mahasiswa serta mencari ciri dan belief pada setiap klaster.
</description>
<dc:date>2014-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://dspace-surabaya.uph.edu:8080/xmlui/handle/123456789/86">
<title>Menelaah Fenomena Suporter Persebaya: Hubungan Harga Diri dan Kolektivitas, dengan Tindakan Agresi</title>
<link>http://dspace-surabaya.uph.edu:8080/xmlui/handle/123456789/86</link>
<description>Menelaah Fenomena Suporter Persebaya: Hubungan Harga Diri dan Kolektivitas, dengan Tindakan Agresi
Zebua, Sastri Permata Indah; Suprapto, Maria Helena; Elisabeth, Mary Philia
Suporter Persebaya sering kali melakukan agresi secara verbal maupun nonverbal. Tindakan agresi ini disebabkan oleh beberapa faktor, dua diantaranya yaitu harga diri dan kolektivitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah harga diri dan kolektivitas berhubungan dengan  agresi. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang dibuat sendiri oleh peneliti, yaitu kuesioner agresi dengan menggunakan teori Buss (dalam Dayaksini &amp; Hudaniah, 2009), harga diri dengan menggunakan teori Felker (2002), dan kolektivitas yang menggunakan teori Jackson (2006). Subjek dalam penelitian ini terdiri dari Bonek dan Bonita yang berjumlah 100 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah convenience sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada tidak ada hubungan  antara harga diri dengan agresi (r=0,102, p&gt;  0,05); dan ada hubungan antara kolektivitas dengan agresi (r=-0,283, p&lt;0,05). Implikasi dari hasil penelitian ini yaitu tindakan agresi suporter dapat dikurangi dengan melaksanakan kegiatan positif, yang dilakukan secara bersama-sama dalam kelompok, seperti: membersihkan stadion sepak bola setelah selesai menyaksikan pertandingan.
</description>
<dc:date>2014-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://dspace-surabaya.uph.edu:8080/xmlui/handle/123456789/85">
<title>KAJIAN VIKTIMOLOGIS TERHADAP PELAKSANAAN REHABILITASI (STUDI KASUS PUTUSAN PK MARI No. 47 PK/PID.SUS/2012)</title>
<link>http://dspace-surabaya.uph.edu:8080/xmlui/handle/123456789/85</link>
<description>KAJIAN VIKTIMOLOGIS TERHADAP PELAKSANAAN REHABILITASI (STUDI KASUS PUTUSAN PK MARI No. 47 PK/PID.SUS/2012)
Setyabudhi, Jusup Jacobus; Ritonga, Rena Zefania
MM is a House of  Representative member period 2009-2014, known as the initiator of The Special Committee of the Century Bank on the right of inquiry, and often proposes to solve the case of the Century Bank as soon as possible. MM activity generate political elite’s allergy, and the result is, in 27 April 2010 MM was detained by the Police Detective Institution (Bareskrim) of the Indonesian Police (Polri) for conjecture of making false documents related to the letter of credit of Century Bank, collaborating with Frangky Ongkowardojo. Supreme Court decision state that MM was guilty because of making false documents related to the letter of credit of Century Bank. The result of the Supreme Court decision about the guilty of MM was to withdraw MM from the position as the member of the House of Representative by changing over time (PAW). MM did not feel satisfied and ask for reconsideration to the Supreme Court. The Supreme Court received the demand from MM, and in the decision of reconsideration was the Supreme Court states that MM was not guilty of making false documents related to the letter of credit of Century Bank, and gives MM rehabilitation. In fact, MM could not be rehabilitated, because there is no law to bring MM back as a member of The House of Representative. There is a legal vacuum  in the application of the rehabilitation that make MM as a victim.
</description>
<dc:date>2014-06-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
