<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://dspace-surabaya.uph.edu:8080/xmlui/handle/123456789/948">
<title>Vol 5 No. 2 Desember 2016</title>
<link>http://dspace-surabaya.uph.edu:8080/xmlui/handle/123456789/948</link>
<description/>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://dspace-surabaya.uph.edu:8080/xmlui/handle/123456789/1911"/>
<rdf:li rdf:resource="http://dspace-surabaya.uph.edu:8080/xmlui/handle/123456789/960"/>
<rdf:li rdf:resource="http://dspace-surabaya.uph.edu:8080/xmlui/handle/123456789/958"/>
<rdf:li rdf:resource="http://dspace-surabaya.uph.edu:8080/xmlui/handle/123456789/957"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-11-06T14:49:12Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://dspace-surabaya.uph.edu:8080/xmlui/handle/123456789/1911">
<title>Pengaruh consumption value terhadap niat beli dengan wom sebagai variabel moderating</title>
<link>http://dspace-surabaya.uph.edu:8080/xmlui/handle/123456789/1911</link>
<description>Pengaruh consumption value terhadap niat beli dengan wom sebagai variabel moderating
Sondakh, Oliandes; Herbert, Go George
One of the creative industries which have great potential to develop is the water hyacinth handicraft industry.&#13;
Unfortunately, water hyacinth handicraft industry has not been widely hailed by others, eventhoug it is capable of&#13;
producing a wide variety of products such as slippers, bags, furniture, souvenirs, and others depend on the creativity, skill,&#13;
and talent of craftsman. Furthermore, creative industries based on environment can also be an answer to the&#13;
environmental problems that arise. People who are aware of the environmental issues would have intention to show&#13;
environmental behavior, like doing environmental buying behavior.&#13;
In order to embed environmental behavior, Enqvist-Jonsson and Nilson (2014) emphasized the importance of&#13;
knowing the factors that can affect a person in pro-environmental behavior. Based on this argument, this study aimed to&#13;
get an overview of the factors that influence consumer intentions to purchase water hyacinth products, especially in the&#13;
area of Surabaya. These factors should be oriented on market demand of water hyacinth handicraft consumers in order to&#13;
increase buying behavior. These factors are are Functional Value, Emotional Value, and Social Value.&#13;
To analyze the data, this study used Multiple Linear Regression (MLR) and Moderated Regression Analysis&#13;
(MRA). The results showed that Emotional and Social Value have positive and significant impact on Buying Intention,&#13;
while Functional Value variabel have positive but not significant effect on Buying Intention. Moderating effects of Word&#13;
Of Mouth is proved to have significant effect on the relationship between Functional and Emotional Value on Buying&#13;
Intention, but is not proved to have significant effect in the relationship between the Social Value on Buying Intention
</description>
<dc:date>2016-12-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://dspace-surabaya.uph.edu:8080/xmlui/handle/123456789/960">
<title>Analisis Hubungan Antara Jumlah Naik dan Turun Penumpang Dengan Tata Guna Lahan (Studi Kasus : Koridor 2 Trans Mamminasata)</title>
<link>http://dspace-surabaya.uph.edu:8080/xmlui/handle/123456789/960</link>
<description>Analisis Hubungan Antara Jumlah Naik dan Turun Penumpang Dengan Tata Guna Lahan (Studi Kasus : Koridor 2 Trans Mamminasata)
Upa, Verdy Ananda; Suprayitno, Hitapriya
Indonesia started to develope largely the MRT line, as Commuter Line and Bus Rapid Transit (BRT). BRT&#13;
has been applied in some cities of Indonesia, example Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Bandung, Bali, and Makassar.&#13;
Especially on Makassar, BRT line known as “Trans Mamminasata” with 3 corridors have been operated.&#13;
The purpose of this research to see the relation between bus stop position and land use of the neighborhood.&#13;
Method of this research using interview to passengers of Corridor 2 Trans Mamminasata about the bus stop, which&#13;
they used to get in and get out, distance between origin and destination to bus stop, so data about the bus stop, which&#13;
used to get in and get out, and influence area from bus stop of Corridor 2 could be collect.&#13;
The result of research presented that bus stop, which used to get in on Corridor 2 : Mall Panakkukang –&#13;
Mall GTC are Mall Panakkukang, SMA 1, RS Pelamonia, used to get out are SMA 1, RS Pelamonia, Mall Ratu&#13;
Indah, Rajawali, Trans Studio Mall, and Mall GTC. Otherwise the bus stop, which used to get in on Corridor 2 : Mall&#13;
GTC – Mall Panakkukang are Mall GTC, Trans Studio Mall, Pantai Losari, Karebosi Link, and Masjid Raya, used to&#13;
get out are Pantai Loasari, Benteng Fort Rotterdam, Karebosi Link, Masjid Raya, Masjid Al-Markaz, and Mall&#13;
Panakkukang. Influence Area from bus stop of Corridor 2 : Mall Panakkukang – Mall GTC viewed from trip&#13;
generation side are 3 km, 2 km, and 1 km, viewed from trip attraction side are 0,1 km, 1 km, 0,5 km, 0,5 km, 0,1 km,&#13;
and 0,2 km. Influnce Area from bus stop of Corridor 2 : Mall GTC – Mall Panakkukang viewed from trip generation&#13;
side are 1,5 km, 2,5 km, 1,5 km, 1,5 km, and 2,5 km, viewed from trip attraction side are 0,5 km, 0,2 km, 1 km, 0,8 km,&#13;
1 km, 0,6 km, and 0,2 km.
</description>
<dc:date>2016-12-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://dspace-surabaya.uph.edu:8080/xmlui/handle/123456789/958">
<title>Persepsi Dukungan Organisasi Terhadap Komitmen Organisasi Pengurus Gereja GPPS Bait-San Kalijaten</title>
<link>http://dspace-surabaya.uph.edu:8080/xmlui/handle/123456789/958</link>
<description>Persepsi Dukungan Organisasi Terhadap Komitmen Organisasi Pengurus Gereja GPPS Bait-San Kalijaten
Filadelfia, Moria Yanna; Suprapto, Maria Helena; Novanto, Yusak
Banyaknya pengurus gereja yang suka beribadah dan melayani di gereja lain menjadi alasan peneliti&#13;
ingin meneliti tentang komitmen organisasi yang dimiliki pengurus gereja GPPS Bait-San Kalijaten. Pergantian&#13;
Gembala Jemaat yang baru terjadi dan banyaknya keluhan dari pengurus juga membuat peneliti tertarik untuk&#13;
melakukan penelitian tentang pengaruh gaya kepemimpinan yang melayani dan persepsi dukungan organisasi&#13;
terhadap komitmen organisasi pengurus gereja GPPS Bait-San Kalijaten. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk&#13;
mengetahui apakah terdapat pengaruh gaya kepemimpinan yang melayani dan persepsi dukungan organisasi&#13;
terhadap komitmen organisasi. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif. Sampel yang diambil sebanyak&#13;
46 orang pengurus gereja GPPS Bait-San Kalijaten dengan teknik total population sampling. Hasil dari&#13;
penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh antara gaya kepemimpinan yang melayani dan persepsi dukungan&#13;
organisasi terhadap komitmen organisasi dengan gaya kepemimpinan yang melayani (p &lt; 0,05), persepsi&#13;
dukungan organisasi (p &lt; 0,05), dan nilai R2 sebesar 41,6%. Pengurus gereja sering beribadah dan melayani di&#13;
gereja lain karena komitmen organisasi yang dimiliki pengurus adalah komitmen normatif. Gembala Jemaat&#13;
perlu untuk lebih menjalin hubungan yang akrab dengan pengurus gereja agar komitmen organisasi pengurus&#13;
menjadi komitmen afektif.
</description>
<dc:date>2016-12-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://dspace-surabaya.uph.edu:8080/xmlui/handle/123456789/957">
<title>MALADMINISTRASI DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI PASAL 3 UNDANGUNDANG NO 31 TAHUN 1999 jo UNDANGUNDANG NO 20 TAHUN 2001</title>
<link>http://dspace-surabaya.uph.edu:8080/xmlui/handle/123456789/957</link>
<description>MALADMINISTRASI DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI PASAL 3 UNDANGUNDANG NO 31 TAHUN 1999 jo UNDANGUNDANG NO 20 TAHUN 2001
Mandiana, Sari
Tindak pidana korupsi yang menyangkut pejabat pemerintahan diatur melalui pasal 3 Undang-Undang&#13;
Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 (selanjutnya disingkat&#13;
UUTPK). Untuk menjelaskan unsur-unsur pasal 3 UUTPK, disajikan kasus yang beberapa waktu lalu cukup&#13;
memukau masyarakat dengan terbongkarnya markup atas pengadaan SIMULATOR SIM di KORLANTAS&#13;
PUSAT. Isu Hukum dalam kasus ini adalah “Apakah Maladminitrasi merupakan bagian/bestanddeel tindak&#13;
pidana korupsi pasal 3 Undang-undang nomor 31 Tahun 1999 jo Undang-undang nomor 20 Tahun 2001?&#13;
Rumusan pasal 3 UUTPK kata melawan hukum tidak tertulis/tidak tersurat, disini melawan hukum hanya&#13;
tersirat yang dikenal dengan elemen, sehingga tidak perlu dibuktikan dipersidangan, tetapi perlu diperhatikan&#13;
pula oleh hakim. Bukankah setiap tindak pidana terkandung didalamnya unsur melawan hukum, yang dikenal&#13;
dengan melawan hukum fiktif. Dalam arti walaupun tidak tersurat tetapi harus dianggap ada.&#13;
Dapat merugikan keuangan dan perekonomian negara, merupakan unsur pokok tindak pidana korupsi yang&#13;
terjabarkan dari jiwa/filosofi UUTPK yang tercantum dalam konsideran butir b Undang-undang Nomor 31&#13;
Tahun 1999 dan butir a Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001.&#13;
Maladministrasi menurut pasal 1 butir 3 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 Tentang Ombudsman&#13;
Republik Indonesia adalah: ”Perilaku atau perbuatan melawan hukum, melampaui wewenang, menggunakan&#13;
wewenang untuk tujuan lain dari yang menjadi tujuan wewenang tersebut, termasuk kelalaian atau pengabaian&#13;
kewajiban hukum dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang dilakukan oleh penyelenggara Negara dan&#13;
pemerintahan yang menimbulkan kerugian materiil dan/atau immnateriil bagi masyarakat dan orang&#13;
perseorangan”.&#13;
Kasus dugaan tindak pidana korupsi dengan adanya markup pengadaan Simulator SIM di KORLANTAS&#13;
oleh para pejabat polisi terkait, masuk ranah pasal 3 UUTPK dengan bestanddeel “menyalahgunakan&#13;
kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan” dari segi hukum&#13;
administrasi dikenal dengan perilaku menyimpang aparat/pejabat negara yang disebut dengan maladministrasi.&#13;
Keabsahan wewenang terkait dengan legalitas formal dan legalitas substansial yang dibatasi oleh peraturan&#13;
perundang-undangan dan asas-asas umum pemerin-tahan yang baik sebagai parameter, selama ini diikuti maka&#13;
tindakan itu sah. Namun dalam kasus ini terjadi penyimpangan perilaku /maladministrasi, yaitu melakukan&#13;
tindakan penyalahgunaan wewe-nang dengan me markup sebanyak 2 (dua) kali lipat dari harga sebenarnya.
</description>
<dc:date>2016-12-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
